Yogyakarta, Selasa 25 November 2025-LPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Belajar Praktik Terbaik Digitalisasi Mutu dan Internasionalisasi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan benchmarking ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini berlangsung dalam suasana akademik yang hangat dan penuh antusiasme, dengan fokus utama pada penerapan digitalisasi pengelolaan mutu serta strategi internasional branding yang selama ini menjadi salah satu keunggulan UMY sebagai kampus yang dikenal progresif dan adaptif terhadap perkembangan global.
Acara diawali dengan sambutan oleh Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) UMY, Ir. Indira Prabasari, M.P., Ph.D., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo untuk hadir dan belajar langsung tentang sistem penjaminan mutu yang dikembangkan di UMY. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa semangat kolaborasi antarperguruan tinggi merupakan salah satu pilar penting dalam membangun kualitas pendidikan yang unggul dan berkelanjutan. Menurutnya, semakin kuat kerja sama dan pertukaran pengalaman, semakin kokoh pula fondasi tata kelola mutu yang dapat dibangun sebuah institusi.
Dari pihak UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, sambutan disampaikan oleh Ketua LPM, Dr. Edi Irawan, M.Pd., yang membawa serta rombongan berjumlah 11 orang terdiri atas ketua, sekretaris, koordinator pusat, serta para staf LPM. Dalam sambutannya, Dr. Edi menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat BPM UMY dan menjelaskan bahwa benchmarking ini merupakan bagian dari upaya strategis UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo untuk memperkuat kapasitas lembaga dalam pengelolaan mutu, khususnya menuju era digitalisasi layanan kampus dan persiapan rekognisi internasional di masa mendatang.
Pada sesi inti kegiatan, Ir. Indira Prabasari memaparkan struktur dan mekanisme kerja BPM UMY yang telah tertata dengan profesional. BPM UMY terdiri atas tiga bidang utama, yaitu bidang Penjaminan Mutu Internal, Penjaminan Mutu Eksternal, dan Penjaminan Mutu Keuangan. Ketiganya berjalan secara sinergis sebagai suatu sistem yang saling mendukung dalam memastikan mutu akademik dan non-akademik tetap terjaga. UMY telah menerapkan sistem digital dalam Audit Mutu Internal (AMI) melalui aplikasi khusus yang digunakan secara internal. Aplikasi tersebut memudahkan proses pengumpulan data, pengisian instrumen, audit dokumen, hingga pelaporan hasil audit secara terintegrasi. Sistem ini terbukti mempercepat proses AMI sekaligus meningkatkan akurasi dan keterlacakan data mutu. Proses AMI di UMY berjalan melalui koordinasi berlapis mulai dari BPM, kemudian diteruskan ke unit penjaminan mutu fakultas, hingga Gugus Kendali Mutu (GKM) di tingkat program studi. Sebanyak 28 auditor dilibatkan untuk mengaudit 48 program studi yang ada. Kuatnya tata kelola mutu UMY tercermin dari capaian akreditasi yang sangat impresif, di mana hingga saat ini terdapat 34 program studi berakreditasi Unggul, satu program studi berakreditasi A, tujuh berakreditasi Baik Sekali, dua berakreditasi Baik, dan dua berakreditasi B. Capaian ini menunjukkan konsistensi UMY dalam menjaga standar kualitas secara menyeluruh.
Tidak hanya unggul dalam penguatan mutu internal, UMY juga menorehkan prestasi luar biasa dalam bidang internasionalisasi melalui slogan “MUDA MENDUNIA”. Slogan ini bukan sekadar branding, tetapi tercermin nyata dalam berbagai pencapaian kampus. Beberapa program studi telah memperoleh akreditasi internasional dari lembaga ternama seperti FIBAA dan ASIIN. Reputasi UMY di level global terus meningkat, dibuktikan dengan pencapaian posisi 526 pada QS Asia University Rankings 2026 serta posisi global 1071–1080 dalam QS Sustainability Rankings 2026. Selain itu, prestasi sivitas akademika turut memperkuat citra kampus di kancah internasional, seperti kemenangan mahasiswa UMY dalam ajang YPRO-COM Carnival dan Global Youth Innovation Summit 2025, serta penghargaan dosen atas karya riset dan pengabdian.
UMY juga menampilkan komitmen luar biasa dalam pengembangan budaya riset melalui skema reward publikasi ilmiah internasional. Kampus memberikan insentif yang sangat kompetitif bagi dosen yang menerbitkan publikasi pada jurnal bereputasi, yaitu sebesar Rp30 juta untuk jurnal Q1, Rp25 juta untuk Q2, Rp20 juta untuk Q3, dan Rp15 juta untuk Q4. Kebijakan ini dinilai sangat berdampak pada peningkatan produktivitas riset dan publikasi, yang pada akhirnya mengangkat reputasi kampus secara global.
Kegiatan benchmarking ini memberikan banyak wawasan baru bagi LPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, terutama terkait bagaimana pengelolaan mutu dapat diintegrasikan dengan teknologi digital untuk menciptakan proses yang efektif, akuntabel, dan mudah ditelusuri. Selain itu, strategi internasionalisasi UMY menjadi inspirasi penting dalam usaha memperkuat branding global UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo di masa depan. Ke depannya, LPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo berharap kerja sama ini tidak berakhir pada pertukaran pengetahuan semata, tetapi berkembang menjadi kolaborasi lanjutan dalam penguatan mutu, peningkatan kapasitas auditor, pengembangan platform digital mutu, hingga kerja sama penelitian dan program internasionalisasi. Kegiatan ini menegaskan komitmen UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo untuk terus bergerak maju menjadi perguruan tinggi yang unggul, modern, dan berdaya saing global.




