Surabaya – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo turut ambil bagian dalam Rapat Kerja Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 5–7 Februari 2026 di Hotel Platinum Tunjungan, Surabaya. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pimpinan universitas dan seluruh unsur pendukung tata kelola untuk menyelaraskan langkah kelembagaan dalam mewujudkan arah pengembangan kampus ke depan.
Dari unsur LPM, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua LPM Dr. Hestu Wilujeng, M.Pd., bersama Sekretaris LPM, Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu, Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu, Kepala Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru, serta Kepala Pusat Kerja Sama Luar Negeri dan Studi Kawasan. Kehadiran lengkap jajaran LPM tersebut menegaskan peran sentral penjaminan mutu dalam proses perencanaan strategis universitas.
Rapat kerja tahun ini memfokuskan pembahasan pada Rencana Strategis (Renstra) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo sebagai pijakan utama dalam merumuskan arah kebijakan kelembagaan ke depan. Renstra diposisikan bukan sekadar sebagai dokumen perencanaan, melainkan sebagai instrumen strategis yang menjadi pedoman bagi seluruh unit kerja dalam menyusun dan melaksanakan program secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, seluruh unit didorong untuk memastikan bahwa setiap program kerja yang dirancang memiliki keterkaitan langsung dengan visi dan misi universitas. Keselarasan ini dipandang penting agar pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, dapat berjalan secara sinergis dan saling menguatkan, sekaligus mendukung pencapaian target kinerja institusi sebagaimana tertuang dalam Renstra.
Selain aspek internal, rapat kerja juga menekankan pentingnya responsivitas kebijakan terhadap dinamika eksternal. Perubahan regulasi pendidikan tinggi, kebutuhan dan harapan masyarakat, serta tuntutan peningkatan daya saing perguruan tinggi keagamaan Islam di tingkat nasional dan internasional menjadi pertimbangan utama dalam perumusan kebijakan. Dengan pendekatan tersebut, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo diharapkan mampu mengambil langkah strategis yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui keterlibatan intensif dalam perencanaan strategis ini, LPM diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai motor penggerak budaya mutu di lingkungan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, sekaligus memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar mendukung terwujudnya perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. (mam)

