LPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Dampingi Simulasi Asesmen Lapangan FEBI

Ponorogo — Lembaga Penjaminan Mutu UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo memberikan pendampingan dalam kegiatan simulasi Asesmen Lapangan (AL) bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan akreditasi Program Studi Manajemen Bisnis Syariah dan Program Studi Akuntansi Syariah.

Simulasi asesmen lapangan dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di ruang rapat lantai 1 FEBI. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan fakultas, tim akreditasi program studi, serta tim pendamping dari LPM.

Review Borang Akreditasi LAMEMBA

Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan simulasi sekaligus review terhadap dokumen akreditasi yang diajukan kepada Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi. Review dilakukan secara mendalam untuk memastikan kesesuaian dokumen dengan standar dan kriteria penilaian lembaga akreditasi.


Secara bergantian, simulasi dan review borang akreditasi LAMEMBA dipandu oleh Aristiawan, M.Pd., dan Khoirun Nisak, M.SEI. Keduanya memberikan arahan teknis terkait penyusunan dokumen, kelengkapan data, serta strategi menghadapi pertanyaan asesor saat asesmen lapangan.

Penguatan Kesiapan Program Studi

Selain meninjau dokumen akreditasi, kegiatan ini juga menjadi forum diskusi antara tim program studi dan tim penjaminan mutu. Berbagai masukan diberikan untuk memperkuat narasi laporan evaluasi diri, validitas data kinerja program studi, serta kesiapan unit pendukung dalam proses asesmen lapangan.

Pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik. Melalui simulasi asesmen lapangan, program studi diharapkan dapat memetakan potensi kekuatan sekaligus melakukan perbaikan pada aspek yang masih perlu ditingkatkan.


Dengan persiapan yang lebih matang, FEBI optimistis dapat menghadapi proses asesmen lapangan akreditasi secara maksimal serta memperoleh hasil yang optimal. Kolaborasi antara fakultas dan LPM juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. (mam)