Permudah Aspirasi Pengguna, LPM UIN Ponorogo Hadirkan Survei Layanan via Barcode

Ponorogo – Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menghadirkan inovasi baru dalam peningkatan kualitas pelayanan melalui barcode (QR Code) survei kepuasan layanan. Inovasi digital ini memudahkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat umum untuk memberikan penilaian layanan secara cepat, praktis, dan real time.

Program survei kepuasan layanan UIN Ponorogo berbasis QR Code ini digagas oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) sebagai langkah strategis dalam menghimpun umpan balik pengguna layanan. Dengan memindai barcode yang tersedia di berbagai titik layanan kampus, pengguna dapat langsung mengisi survei tanpa prosedur yang rumit.

Sebagaimana tercantum dalam media survei, pengguna cukup melakukan satu langkah sederhana, yakni scan QR Code untuk mengisi survei kepuasan layanan. Sistem ini mempertegas komitmen UIN Ponorogo dalam mengembangkan layanan kampus berbasis digital yang mudah diakses dan efisien.

Penyerahan Simbolis dan Distribusi ke Seluruh Unit

Peluncuran barcode survei kepuasan layanan UIN Ponorogo ditandai dengan penyerahan simbolis oleh Rektor UIN Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., kepada Kepala Biro Akademik dan Umum, Dr. H. Samsi, M.M. Barcode tersebut selanjutnya didistribusikan ke seluruh unit layanan, mulai dari fakultas, pascasarjana, lembaga, unit penunjang akademik, hingga berbagai layanan administratif lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Ponorogo memberikan apresiasi atas inovasi LPM yang dinilai mampu memperkuat budaya mutu dan tata kelola perguruan tinggi.

“Saya sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh LPM. Kehadiran barcode survei kepuasan layanan ini menjadi langkah konkret dalam membangun sistem pelayanan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel. Ini juga menjadi sarana penting bagi kita untuk mendengar langsung suara pengguna layanan sebagai dasar evaluasi dan pengambilan kebijakan,” ujar Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag.

Rektor menegaskan bahwa survei kepuasan layanan berbasis QR Code tidak hanya berfungsi sebagai alat pengumpulan data, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pengambilan kebijakan berbasis data (data-driven policy).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan budaya mutu di seluruh lini kampus agar UIN Ponorogo mampu menghadirkan layanan yang adaptif dan berdaya saing.

Komitmen LPM untuk Perbaikan Berkelanjutan

Sementara itu, Ketua LPM UIN Ponorogo, Dr. Hestu Wilujeng, M.Pd., menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi.

“Kami berharap inovasi barcode survei kepuasan layanan ini menjadi langkah bersama dalam mendorong perbaikan dan kemajuan UIN Ponorogo secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan diterapkannya sistem survei kepuasan layanan digital di UIN Ponorogo, partisipasi pengguna layanan diharapkan meningkat signifikan. Data yang terkumpul akan menjadi dasar evaluasi untuk menghadirkan layanan kampus yang lebih responsif, transparan, dan akuntabel.

Inovasi ini sekaligus menegaskan posisi UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo sebagai perguruan tinggi yang terus bertransformasi menuju layanan pendidikan tinggi berbasis digital dan berorientasi pada kepuasan pengguna. (mam)