Klaten, 23 April 2026 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo mengambil peran strategis dalam penguatan pembukaan program studi (prodi) baru melalui kegiatan studi tiru (benchmarking) ke UIN Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis (23/4/2026).
LPM Dorong Standarisasi dan Kelayakan Prodi Baru
Keterlibatan LPM dalam kegiatan ini menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam memastikan setiap rencana pembukaan prodi baru memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Selain itu, LPM berperan dalam mengawal kesesuaian dokumen akademik, kesiapan sumber daya, serta pemenuhan indikator akreditasi sejak tahap perencanaan.
Delegasi UIN Ponorogo yang hadir antara lain Wakil Rektor I, Dr. Edi Irawan, M.Pd., Wakil Dekan I FTIK, Prof. Dr. Muhammad Thoyib, M.Pd., serta Sekretaris LPM, Muhammad Ali Murtadlo, S.H.I., M.H. Kehadiran unsur LPM menjadi penting dalam membaca secara langsung praktik baik pengelolaan mutu dalam pendirian program studi.
Pembelajaran Praktik Baik dari Fakultas Saintek
Rombongan disambut oleh Wakil Rektor I UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. H. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag., bersama Dekan Fakultas Saintek, Septin Puji Astuti, S.Si., M.T., Ph.D., serta jajaran pimpinan fakultas, yakni Wakil Dekan I Prof. Dr. Andi Arif Rifa’i, M.Pd., dan Wakil Dekan II Dr. Purwono, S.Si., M.Si., serta para ketua program studi.
Dalam paparannya, Fakultas Saintek menyampaikan bahwa saat ini terdapat 5 program studi yang dikembangkan, yaitu S1 Sains Data, S1 Bioteknologi, S1 Teknologi Pangan, S1 Ilmu Lingkungan, dan S1 Informatika. Informasi ini menjadi rujukan penting bagi LPM dalam memetakan standar minimal dan praktik pengembangan prodi berbasis kebutuhan keilmuan dan pasar.
Pendalaman Proses Pengajuan Prodi
Fokus utama pembelajaran terletak pada pemaparan masing-masing ketua program studi terkait proses pengajuan prodi. Penjelasan dimulai dari tahap inisiasi, penyusunan dokumen usulan, pemenuhan persyaratan administratif dan akademik, hingga proses evaluasi oleh kementerian.
Bagi LPM, sesi ini menjadi krusial karena memberikan gambaran konkret mengenai titik-titik kritis dalam proses pembukaan prodi, termasuk strategi memastikan kelayakan mutu hingga program studi memperoleh izin operasional dan menerima mahasiswa baru.

Penguatan Fungsi Mutu melalui Diskusi Interaktif
Kegiatan dilanjutkan dengan sharing session dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. LPM memanfaatkan forum ini untuk menggali lebih dalam terkait mekanisme pengendalian mutu, evaluasi internal, serta sinkronisasi antara dokumen usulan prodi dengan standar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
Melalui kegiatan ini, LPM UIN Ponorogo diharapkan mampu mengoptimalkan perannya dalam mengawal pembukaan program studi baru agar tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga memiliki kualitas akademik yang terjamin sejak awal. Dengan demikian, setiap prodi yang dibuka dapat berjalan secara berkelanjutan, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan ilmu pengetahuan. (mam)