LPM UIN Ponorogo Laksanakan Benchmarking ke UIN Maliki Malang

Malang – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo melaksanakan kegiatan benchmarking ke LPM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sekaligus meningkatkan tata kelola mutu perguruan tinggi melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik.

Rombongan LPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo diterima oleh Ketua LPM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Sri Harini, M.Si., beserta jajaran. Pertemuan tersebut diikuti oleh pimpinan dan anggota LPM dari kedua perguruan tinggi.

Perkuat Kolaborasi Pengembangan Mutu

Dalam sambutannya, Prof. Sri Harini menyampaikan bahwa benchmarking menjadi sarana strategis untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga sekaligus berbagi pengalaman dalam pengembangan sistem penjaminan mutu di perguruan tinggi.

Sementara itu, Ketua LPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Dr. Hestu Wilujeng, M.Pd. berharap kegiatan ini dapat menjadi media pembelajaran bagi tim LPM dalam mengadopsi berbagai praktik baik yang telah diterapkan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang guna mendukung penguatan sistem penjaminan mutu di lingkungan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

Belajar Praktik Baik Sistem Penjaminan Mutu

Pada sesi pemaparan, anggota LPM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rosihan Aslihuddin, S.Sos., M.A.B., CRA., CRP., menjelaskan berbagai aspek pengelolaan mutu institusi. Materi yang disampaikan meliputi struktur organisasi LPM, tugas dan fungsi unit penjaminan mutu, Quality Assurance Milestone 2006–2030 sebagai arah pengembangan mutu institusi, serta konsep mutu Quality = Performance/Expectation.

Selain itu, narasumber memaparkan implementasi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai komitmen perguruan tinggi kepada mahasiswa yang didukung oleh proses pembelajaran, suasana akademik, kepemimpinan, kurikulum, sumber daya, dan berbagai program pendukung. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga menerapkan 24 Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai landasan penyelenggaraan akademik dan tata kelola kelembagaan.

Materi benchmarking juga mencakup sinergi antara LPM dan Unit Penjaminan Mutu (UPM), pengelolaan sistem informasi terdokumentasi, implementasi standar mutu melalui sertifikasi ISO, pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), serta penerapan Outcome-Based Education (OBE) pada program studi. Peserta turut memperoleh penjelasan mengenai pemanfaatan aplikasi AMI untuk mendukung efektivitas pelaksanaan audit mutu internal.

Diskusi dan Adopsi Praktik Baik

Dalam sesi diskusi, kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai pengembangan sistem penjaminan mutu. Sejumlah praktik baik yang dinilai berpotensi diterapkan di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo antara lain pemetaan instrumen nonakademik, pembagian tanggung jawab pemenuhan standar, serta penguatan evaluasi mutu melalui pelaksanaan survei dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM).

Meninjau Smart Class FITK

Sebagai rangkaian penutup, rombongan mengunjungi fasilitas Smart Class di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung pemanfaatan teknologi pembelajaran yang mendukung terciptanya proses pembelajaran yang interaktif, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas akademik.

Melalui kegiatan benchmarking ini, LPM UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo berharap dapat mengadopsi berbagai praktik baik yang relevan untuk memperkuat implementasi SPMI, meningkatkan efektivitas tata kelola mutu, serta mendorong peningkatan kualitas perguruan tinggi secara berkelanjutan. (rh)