LPM UIN Ponorogo Kawal Finalisasi Kurikulum Berbasis OBE demi Penguatan Budaya Mutu Akademik

Sarangan, Magetan – Sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya mutu akademik di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) mengawal Workshop Finalisasi Revisi Dokumen Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) Tahun 2026 pada tanggal 4–5 Agustus 2026 di Sarangan, Magetan.

Workshop ini merupakan tahapan strategis dalam proses penyempurnaan dokumen kurikulum seluruh program studi sebelum ditetapkan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran pada Tahun Akademik 2026/2027. Melalui kegiatan ini, LPM memastikan bahwa setiap dokumen kurikulum telah memenuhi prinsip Outcome Based Education (OBE), selaras dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi, serta mendukung implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara berkelanjutan.

Sebanyak 96 peserta mengikuti kegiatan ini yang terdiri atas Rektor, para Wakil Rektor, seluruh Dekan dan Wakil Dekan, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, Gugus Kendali Mutu (GKM), serta tim LPM. Seluruh fakultas di lingkungan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo turut berpartisipasi, yaitu Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Pascasarjana.

LPM Mengawal Tahap Akhir Penyempurnaan Kurikulum

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan laporan sekaligus sambutan dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Edi Irawan, M.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa workshop ini merupakan tahap akhir dari rangkaian penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education yang selama ini telah difasilitasi dan dikawal melalui koordinasi intensif antara LPM, fakultas, dan seluruh program studi.

Beliau menyampaikan bahwa hampir seluruh substansi kurikulum telah selesai disusun sehingga workshop kali ini diarahkan pada proses sinkronisasi, penyempurnaan, dan finalisasi dokumen.

“Workshop ini merupakan penyempurnaan dari proses yang telah berjalan. Sekitar 99 persen dokumen kurikulum telah disusun oleh masing-masing program studi, sedangkan satu persen terakhir menjadi momentum untuk memastikan seluruh dokumen benar-benar siap disahkan, siap diimplementasikan dalam proses pembelajaran, sekaligus siap mendukung kebutuhan akreditasi,” jelas Dr. Edi Irawan.

Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur pimpinan universitas hingga tingkat program studi menunjukkan komitmen bersama dalam membangun sistem pendidikan yang berorientasi pada mutu dan capaian pembelajaran lulusan.

Kurikulum Berkualitas sebagai Pilar Penjaminan Mutu Akademik

Workshop secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berkomitmen mengikuti seluruh tahapan penyusunan kurikulum hingga memasuki proses finalisasi. Beliau menegaskan bahwa penyempurnaan dokumen kurikulum merupakan investasi akademik yang akan menentukan kualitas layanan pendidikan di masa mendatang.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan, dekan, direktur Pascasarjana, kaprodi, sekprodi, Gugus Kendali Mutu, serta Lembaga Penjaminan Mutu yang telah mengawal proses ini dengan baik. Tahapan satu persen terakhir ini harus dituntaskan agar seluruh kurikulum program studi benar-benar selesai, berbasis Outcome Based Education, dan siap memberikan pelayanan akademik terbaik kepada mahasiswa,” ungkap Prof. Evi Muafiah.

Beliau juga berharap implementasi kurikulum berbasis OBE mampu memperkuat kualitas lulusan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo sekaligus meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.

 

Penguatan Kebijakan OBE dan Penyelarasan Dokumen Akademik

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi utama berupa pemaparan materi “Arah Kebijakan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE)” yang dipandu oleh Koordinator Pusat Kurikulum dan Inovasi Pendidikan dengan narasumber Dr. Edi Irawan, M.Pd. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan.

Materi yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB tersebut membahas berbagai aspek penting dalam implementasi OBE, mulai dari penyelarasan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur kurikulum, strategi pembelajaran, hingga mekanisme evaluasi yang berorientasi pada pencapaian kompetensi mahasiswa.

Sesi diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan dari peserta sebagai bagian dari proses penyempurnaan dokumen agar memiliki standar yang seragam di seluruh program studi.

LPM Fasilitasi Finalisasi Dokumen Kurikulum Seluruh Program Studi

Setelah ISHOMA, kegiatan dilanjutkan dengan dua agenda utama secara paralel. Jajaran pimpinan universitas melaksanakan Rapat Finalisasi Pedoman Akademik Tahun Akademik 2026/2027, sedangkan seluruh fakultas dan Pascasarjana mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Penyempurnaan dan Finalisasi Dokumen Kurikulum Berbasis OBE di ruang-ruang diskusi (breakroom).

Pada sesi ini, setiap program studi melakukan telaah menyeluruh terhadap dokumen kurikulum yang telah disusun. Tim LPM bersama Gugus Kendali Mutu berperan aktif memfasilitasi proses penelaahan, memberikan masukan terhadap kesesuaian dokumen dengan standar mutu akademik, serta memastikan implementasi prinsip Outcome Based Education telah terakomodasi secara komprehensif dalam setiap dokumen kurikulum.

Melalui forum tersebut, setiap program studi memperoleh kesempatan untuk melakukan penyempurnaan akhir sehingga dokumen yang dihasilkan tidak hanya memenuhi ketentuan regulasi, tetapi juga siap diimplementasikan secara efektif dalam proses pembelajaran.

Menguatkan Implementasi SPMI melalui Kurikulum Berbasis OBE

Bagi Lembaga Penjaminan Mutu, workshop ini merupakan bagian dari implementasi siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal. Kurikulum berbasis Outcome Based Education menjadi salah satu instrumen penting dalam menjamin ketercapaian standar pendidikan tinggi sekaligus mendukung peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pimpinan universitas, fakultas, program studi, Gugus Kendali Mutu, dan LPM, diharapkan seluruh dokumen kurikulum yang telah difinalisasi mampu menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan proses pembelajaran yang lebih adaptif, berkualitas, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dalam membangun budaya mutu yang berkesinambungan serta meningkatkan kesiapan institusi menghadapi berbagai proses evaluasi eksternal dan akreditasi di masa mendatang. (rfe)