Asesmen Lapangan LAMEMBA FEBI UIN Ponorogo, Prodi MBS dan Akuntansi Syariah Jalani Visitasi Akreditasi

Ponorogo – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo melaksanakan Asesmen Lapangan LAMEMBA untuk akreditasi Program Studi S1 Manajemen Bisnis Syariah (MBS) dan S1 Akuntansi Syariah (AKSA) selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 April 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses penilaian mutu akademik oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) sebagai lembaga penjamin mutu eksternal bidang ekonomi dan bisnis di Indonesia.

Tim asesor yang melakukan visitasi adalah Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Dr. Ahim Abdurahim, S.E., M.Si., Ak., SAS., CA., ACPA.. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Pembukaan Asesmen Dihadiri Pimpinan Universitas

Hari pertama diawali dengan pembukaan asesmen yang berlangsung dihadiri Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, jajaran Wakil Rektor, tim asesor, Dekan FEBI dan jajarannya, para dekan di lingkungan universitas, pimpinan lembaga, serta tim task force akreditasi Prodi MBS dan AKSA.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan komitmen penuh universitas untuk mendukung proses akreditasi dua program studi tersebut. Menurutnya, asesmen lapangan bukan sekadar agenda penilaian administratif, tetapi juga momentum evaluasi menyeluruh untuk memperkuat budaya mutu di lingkungan kampus.

“Universitas siap menerima berbagai arahan, catatan, dan rekomendasi dari tim asesor sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas secara berkelanjutan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Asesor I, Prof. Euis Amalia, menekankan bahwa keberhasilan akreditasi sangat ditentukan oleh kesungguhan perguruan tinggi dalam melakukan continuous improvement. Ia mengingatkan bahwa setiap rekomendasi asesor harus ditindaklanjuti secara nyata agar indikator mutu dapat tercapai secara optimal.

Pendalaman Tata Pamong, Kinerja, dan Sistem Penjaminan Mutu

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Dekan FEBI mengenai visi, misi, tata kelola, capaian kinerja, serta arah pengembangan fakultas. Pada sesi ini, tim asesor melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek strategis, mulai dari struktur organisasi, ketercapaian visi misi, mekanisme evaluasi kinerja, rapat kerja tahunan, hingga penerapan manajemen risiko.

Selain itu, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) turut memaparkan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di tingkat universitas maupun fakultas. Penjelasan tersebut mencakup siklus PPEPP, audit mutu internal, hingga integrasi data akademik melalui sistem SISTER sebagai instrumen monitoring dan pengendalian mutu.

Pendalaman ini menjadi bagian krusial karena asesmen lapangan LAMEMBA bertujuan mengonfirmasi kesesuaian dokumen dengan praktik penyelenggaraan tridharma dan tata kelola yang berjalan di lapangan.

Asesor Soroti Penelitian, Pengabdian, dan Komitmen Profil Lulusan

Memasuki hari kedua, tim asesor melakukan wawancara dan klarifikasi bersama stakeholder, mahasiswa, tenaga pendidik, serta dosen untuk menilai implementasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kualitas luaran lulusan.

Ketua LPPM juga hadir memberikan penjelasan terkait roadmap penelitian universitas serta sinerginya dengan roadmap penelitian program studi. Dalam sesi ini, asesor menegaskan bahwa profil lulusan tidak boleh berhenti pada rumusan dokumen, tetapi harus menjadi komitmen akademik yang benar-benar diterjemahkan ke dalam kurikulum, proses pembelajaran, hingga capaian pembelajaran lulusan.

Secara khusus, tim asesor memberikan masukan agar Program Studi Akuntansi Syariah semakin menonjolkan diferensiasi dan kekhasan bidang syariah sebagai nilai unggul program studi. Di samping itu, asesor juga mendorong penyusunan pedoman pembelajaran berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan.

Hari Ketiga Ditutup dengan Catatan dan Rekomendasi Penguatan Mutu

Pada hari ketiga, rangkaian Asesmen Lapangan LAMEMBA FEBI UIN Ponorogo ditutup dengan penyampaian hasil temuan, catatan evaluatif, serta rekomendasi dari tim asesor. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan penting bagi FEBI, khususnya Program Studi S1 Manajemen Bisnis Syariah dan S1 Akuntansi Syariah, untuk melakukan penguatan pada aspek akademik, tata kelola, inovasi pembelajaran, dan daya saing lulusan.

Melalui asesmen lapangan ini, FEBI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang bermutu, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia usaha dan industri. (rh)