Audit Surveillance ISO 21001:2018 dan ISO 9001:2015 sebagai Mekanisme Penguatan Mutu: Temuan Positif dan Arah Strategis Pengembangan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari pada Hari Kedua Pelaksanaan

Ponorogo, 9 Desember 2025 – Pelaksanaan Audit Surveillance ISO 21001:2018 dan ISO 9001:2015 di lingkungan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo memasuki hari kedua pada Selasa, 9 Desember 2025. Audit dilaksanakan pada beberapa unit penting, yaitu UPT Bahasa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Perpustakaan, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Ma’had Al-Jami’ah, serta Program Pascasarjana. Kegiatan audit difokuskan pada evaluasi implementasi standar, efektivitas layanan, dan komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan melalui penelusuran dokumen, observasi lapangan, serta wawancara mendalam.

Hasil audit selama dua hari menunjukkan sejumlah temuan positif yang menggambarkan perkembangan signifikan di lingkungan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Salah satu capaian penting adalah peningkatan mutu akademik yang terlihat dari keberadaan 29 program studi, dengan 11 di antaranya telah meraih akreditasi Unggul. Universitas juga telah memiliki roadmap pengembangan yang jelas, dengan target satu program studi tambahan meraih Unggul pada tahun 2026 dan empat program studi lainnya pada 2027.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia terlihat dari jumlah Guru Besar yang telah mencapai 15 orang, dan direncanakan bertambah menjadi 25 Guru Besar pada tahun 2029. Reputasi internasional universitas juga semakin menguat melalui berbagai prestasi mahasiswa di tingkat global serta publikasi dalam jurnal internasional. Pada aspek tata kelola dokumen, auditor memberikan apresiasi terhadap penggunaan security paper dan hologram pada ijazah serta dokumen akademik lainnya sebagai upaya penguatan keamanan.

Sementara itu, LPPM mencatat pencapaian penting melalui keberhasilan memperoleh hibah RISPRO LPDP serta pengelolaan kurang lebih 49 jurnal ilmiah yang menunjukkan ekosistem penelitian dan publikasi yang terus berkembang.

Selain temuan positif tersebut, auditor juga memberikan beberapa rekomendasi strategis sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas di masa mendatang. Rekomendasi tersebut mencakup pentingnya memperkuat sistem monitoring dan evaluasi internal agar lebih terintegrasi, meningkatkan kolaborasi internasional untuk memperluas jejaring akademik, serta memperkaya inovasi program pengembangan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan. Auditor juga menekankan perlunya percepatan digitalisasi layanan akademik dan nonakademik, serta peningkatan efektivitas dokumentasi mutu agar lebih mudah diakses dan diperbarui secara berkala oleh setiap unit. Rekomendasi ini dipandang sebagai peluang bagi universitas untuk memperkuat daya saing institusional sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan di seluruh bidang pelayanan.

Dalam sesi penutupan audit, Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan audit ini memiliki peran strategis dalam menjaga dan meningkatkan mutu layanan pendidikan. “Kegiatan ini sangat penting untuk menjamin standar mutu dan keselamatan kerja bagi seluruh civitas akademika. Melalui audit ini, kita memastikan bahwa seluruh proses dan layanan berjalan sesuai standar internasional dan terus mengalami peningkatan,” ujarnya.

Audit hari kedua berjalan lancar dan produktif, serta memperkuat komitmen universitas dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang berkualitas, unggul, dan berdaya saing global.