Ponorogo, 21 Oktober 2025 — Kegiatan Evaluasi dan Focus Group Discussion (FGD) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun 2025 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo berlangsung dalam suasana kolaboratif dan penuh antusiasme, menghadirkan partisipasi aktif dari seluruh peserta di RedGo Meeting Rooms, Ponorogo, Selasa (21/10).
Acara yang dihadiri oleh Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., beserta jajaran Wakil Rektor, Kepala Biro AUPK, para Dekan dan Wakil Dekan, Ketua dan Tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), para Ketua dan Sekretaris Jurusan, serta jajaran pejabat lainnya di lingkungan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo ini menjadi ajang reflektif dan kolaboratif untuk menilai pelaksanaan PMB 2025 sekaligus merumuskan strategi peningkatan mutu pada tahun berikutnya.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag. menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh pihak dalam pelaksanaanPMB 2025 serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas unit di lingkungan universitas. Beliau menekankan bahwa keberhasilan PMB bukan hanya tanggung jawab panitia PMB, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur kampus yang terdiri dari rektorat, fakultas, hingga jurusan serta seluruh civitas akademika UIN Kiai Ageng Muhammad BesariPonorogo, bersatu dalam semangat untuk memperkuat daya saing dan reputasi UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo di mata masyarakat. Pesan kolaboratif ini menjadibenang merah yang terus ditekankan sejak pembukaan hingga penutupan acara.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag., menegaskan bahwa “kualitas dimulai dari kuantitas”, menandaskanbahwa peningkatan mutu akademik perlu didukung oleh kemampuan kampus dalam menjaring calon mahasiswa potensial secara lebih luas dan selektif.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan laporan hasil PMB 2025 oleh Koordinator Pusat PMB UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Estu Unggul Drajat, M.Ec.Dev., yang menyajikan data statistik pendaftar, jalur seleksi serta menampilkan hasil survei terhadap mahasiswa baru (MABA) terhadap layanan PMB UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo yang menunjukkan tingkat kepuasan mahasiswa baru berada di atas 85%. Hasil ini mencerminkan bahwa mahasiswa merasa puas terhadap kejelasan informasi, kemudahan akses, dan daya tarik informasi yang disajikan oleh panitia PMB selama proses penerimaan mahasiswa baru tahun 2025.
Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya penyusunan strategi PMB berdasarkan indikatorkeberhasilan utama agar arah pengembangan universitas semakin terukur dan berkelanjutan. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa indikator keberhasilan tersebut mencakupbeberapa aspek utama, yaitu kolaborasi yang diwujudkan melalui penambahan sekolah mitrabaru setiap tahunnya, pelayanan dengan mempertahankan tingkat kepuasan pendaftar di atas85%, serta penguatan reputasi dengan memperluas sosialisasi alih status Universitas dariIAIN Ponorogo menjadi UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo agar semakin dikenaldan menjadi pilihan utama bagi siswa lulusan SMA, MA, dan sekolah setingkat lainnya di berbagai wilayah, baik lokal, regional, maupun internasional.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan berlanjut dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan secara paralel di setiap fakultas. Dalam forum ini, para Dekan, Wakil Dekan, Kepala Bagian, serta Ketua dan Sekretaris Jurusan berdiskusi aktif untuk merumuskanstrategi spesifik sesuai karakteristik dan tantangan fakultas masing-masing. Sementara itu, di tingkat universitas, rektorat mengadakan diskusi tersendiri yang membahas arah kebijakanstrategis, mencakup strategi promosi, digitalisasi layanan, sistem seleksi, dan penguatanpelayanan informasi bagi calon mahasiswa.
Hasil dari berbagai kelompok FGD tersebut menunjukkan semangat kolaboratif yang tinggiantarunit. Seluruh peserta forum sejalan dalam tekad memperkuat promosi digital, memperluas kemitraan dengan sekolah, meningkatkan kualitas pelayanan calon mahasiswa, serta memperbaiki sistem seleksi agar lebih efisien dan terintegrasi. Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya penambahan program studi baru sebagai wujud respons UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo terhadap tingginya animo masyarakat dan meningkatnyaminat calon mahasiswa terhadap bidang keilmuan tertentu. Beberapa usulan yang mengemuka antara lain pembukaan Program Studi Teknologi Informasi, Program StudiBisnis Digital, dan Program Studi Psikologi, yang dinilai relevan dengan kebutuhanmasyarakat modern sekaligus memperkuat arah pengembangan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo sebagai universitas Islam negeri yang adaptif dan berdaya saing tinggi.
Di penghujung acara, Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo kembali menegaskan amanat kolaborasi bahwa keberhasilan pelaksanaan Penerimaan MahasiswaBaru (PMB) hanya dapat dicapai melalui kerja sama seluruh unsur civitas akademika. Beliaumengajak semua pihak untuk menjaga semangat kebersamaan, memperkuat koordinasi lintasunit, serta menumbuhkan konsistensi dalam menjalankan strategi yang telah disepakatibersama.
Amanat tersebut disambut positif oleh seluruh pimpinan fakultas dan unit kerja yang hadir, saling berkomitmen untuk menunjukkan peran aktif dalam implementasi strategi PMB tahun2026. Semangat sinergi yang tercipta dalam forum ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagiUIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dalam memperkuat sistem penerimaanmahasiswa baru yang lebih berkualitas, inklusif, dan berdaya saing, di kancah nasionalmaupun internasional.



