Evaluasi Triwulan II Jadi Momentum LPM UIN Ponorogo Tingkatkan Mutu Berkelanjutan

Ponorogo — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi Progres Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Triwulan II Tahun 2026 pada Jumat (17/7/2026) di Ruang Rapat LPM Gedung PSB Lantai 2. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian kinerja seluruh pusat di lingkungan LPM sekaligus menyusun langkah percepatan pencapaian target kinerja pada semester kedua tahun 2026.

Rapat dipandu oleh Sekretaris LPM Muhammad Ali Murtadlo, S.H.I., M.H. dan dipimpin oleh Ketua LPM, Dr. Hestu Wilujeng, M.Pd. Rapat dihadiri oleh para kepala pusat, tenaga administrasi, serta seluruh tim LPM. Setiap unit mempresentasikan perkembangan program kerja, capaian indikator kinerja, kendala yang dihadapi, serta strategi tindak lanjut untuk memastikan seluruh target tahunan dapat direalisasikan secara optimal.

Evaluasi Menjadi Instrumen Penguatan Tata Kelola Berbasis Kinerja

Dalam rapat tersebut, LPM melakukan evaluasi terhadap berbagai indikator kinerja yang menjadi bagian dari Perjanjian Kinerja (PERKIN) Triwulan II Tahun 2026. Evaluasi difokuskan pada pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Audit Mutu Internal (AMI), pengembangan kurikulum, penerimaan mahasiswa baru, peningkatan mutu dosen, kerja sama internasional, hingga penguatan layanan kelembagaan.

Beberapa indikator menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan SPMI telah mencapai 100 persen, demikian pula pelaporan Beban Kerja Dosen (BKD) melalui SISTER yang telah terpenuhi sesuai target. Di bidang akreditasi, capaian jumlah program studi berstatus Unggul bahkan telah melampaui target dengan terealisasinya 13 program studi dari target 12 program studi atau sebesar 108 persen. Pendampingan akreditasi program studi juga telah terlaksana secara penuh.

Selain itu, persentase dosen yang telah memiliki Sertifikat Pendidik mencapai sekitar 76 persen atau melampaui target 73 persen. Capaian tersebut mencerminkan komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia akademik secara berkelanjutan.

Kerja Sama Internasional dan PMB Terus Diakselerasi

Pada bidang kerja sama internasional, LPM melaporkan proses penjajakan kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri, di antaranya Mindanao State University, Canadian Academy for Da’wah Art, University Sultan Azlan Shah (USAS), dan Institut Kemahiran Islam Darul Ridzuan (IKDAR). Di sisi lain, implementasi program tridarma hasil kerja sama internasional telah mencapai target melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan akademik bertaraf internasional di sejumlah fakultas.

Dalam bidang Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), proses penerimaan masih terus berjalan. Hingga Triwulan II, mahasiswa jalur SPAN-PTKIN telah melakukan herregistrasi. Sementara itu, proses seleksi dan registrasi jalur UM-PTKIN maupun jalur Mandiri masih berlangsung sehingga capaian peningkatan mahasiswa baru diproyeksikan terus bertambah seiring selesainya tahapan penerimaan.

Identifikasi Kendala dan Rumusan Langkah Perbaikan

Selain memaparkan capaian, rapat juga menjadi ruang identifikasi berbagai aspek yang masih memerlukan percepatan. Beberapa program seperti pemutakhiran dokumen mutu, pelaksanaan Audit Mutu Internal, penyusunan pedoman layanan, surveilen ISO, serta Rapat Tinjauan Manajemen masih berada pada tahapan progres sesuai jadwal pelaksanaan pada semester kedua tahun 2026.

Melalui sesi evaluasi, peserta rapat turut merumuskan sejumlah rekomendasi perbaikan, antara lain penguatan tata kelola kerja sama internasional, penyusunan SOP penerimaan mahasiswa asing, peningkatan kualitas layanan PMB, optimalisasi pelaksanaan Audit Mutu Internal, serta penguatan tindak lanjut hasil akreditasi dan surveilen ISO sebagai bahan dalam Rapat Tinjauan Manajemen.

Kegiatan evaluasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya mutu berbasis evaluasi berkelanjutan, sehingga seluruh target kinerja LPM Tahun 2026 dapat dicapai secara optimal sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola universitas yang unggul, adaptif, dan berkelanjutan.