Ponorogo, 5 November 2025 — Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) “Evaluasi Pelaporan BKD Menggunakan Aplikasi SISTER” bertempat di Hotel Amaris Ponorogo. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pelaporan Beban Kerja Dosen (BKD) yang telah dilaksanakan melalui aplikasi SISTER, sekaligus memperkuat komitmen peningkatan mutu pelaporan kinerja dosen di lingkungan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya akurasi dan akuntabilitas dalam pelaporan kinerja dosen. Beliau juga menyampaikan bahwa pemanfaatan aplikasi SISTER menjadi langkah strategis menuju tata kelola perguruan tinggi yang transparan, efektif, dan berbasis digital.
“Melalui kegiatan ini, kita harapkan seluruh dosen dan pengelola dapat memahami lebih dalam mekanisme pelaporan BKD agar sesuai dengan standar mutu dan ketentuan nasional,” ujar Rektor dalam sambutannya.
Selain itu, sebelumnya juga ada sambutan pengantar dari ketua LPM yaitu Dr. Edi Irawan, M.Pd, yang menekankan bagaimana evaluasi setelah penilaian BKD dengan Aplikasi SISTER ini. Sambutan-sambutan selesai, acara pembukaan diakhiri dengan doa oleh Dr. Syaifulloh, M.Ag.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Koordinator Pusat Audit Mutu Internal, Bapak Muhammad Ali Murtadlo, M.H.didampingi oleh moderator Bapak Aristiawan, M.Pd selaku koordinator pusat standar mutu LPM. Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai temuan, kendala, serta praktik baik (best practices) dalam pelaporan BKD menggunakan aplikasi SISTER. Ia menekankan pentingnya ketelitian dosen dalam menginput data serta sinergi antarunit dalam proses verifikasi dan validasi laporan.
FGD ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana para peserta (asesor BKD) dari berbagai fakultas aktif menyampaikan pengalaman dan kendala yang dihadapi dalam pelaporan BKD. Beberapa masukan yang muncul antara lain perlunya peningkatan pelatihan teknis penggunaan SISTER, penyederhanaan prosedur administrasi, serta peningkatan koordinasi antara dosen dan tim verifikator.
Secara umum, kegiatan FGD ini berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun pelaporan melalui SISTER telah membantu mempercepat proses administrasi, masih diperlukan peningkatan pemahaman teknis dan keseragaman prosedur antarunit kerja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ke depan proses pelaporan BKD dapat dilakukan secara lebih efisien, transparan, dan terintegrasi, serta mampu mendukung peningkatan mutu kinerja dosen dan tata kelola akademik di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
FGD ini juga diharapkan menjadi agenda rutin untuk memastikan pelaksanaan pelaporan kinerja dosen selalu selaras dengan perkembangan sistem informasi dan kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia. (RFE)