Ponorogo — Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Terintegrasi Artificial Intelligence (AI) pada Selasa, 28 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan mutu pembelajaran sekaligus adaptasi perguruan tinggi terhadap perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan tinggi.
Bimtek ini menghadirkan Tim Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) sebagai narasumber utama, serta didampingi langsung oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Kegiatan dilaksanakan secara luring dan diikuti oleh seluruh unsur pengelola Fakultas Syariah.
Acara diawali dengan pembukaan yang diwakili oleh Wakil Dekan I Fakultas Syariah, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penyusunan RPS yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan karakter keilmuan dannilai-nilai keislaman. Menurutnya, integrasi AI dalam pembelajaran perlu diarahkan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar secara terukur dan bertanggung jawab.

Selanjutnya, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Dr. Hestu Wilujeng, M.Pd, menyampaikan sambutan pengantar. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa RPS merupakan dokumen akademik strategis yang menjadi instrumen utama dalam penjaminan mutu pembelajaran. Integrasi AI dalam RPS diharapkan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga selaras dengan kebijakan mutu internal, capaian pembelajaran lulusan (CPL), serta prinsip Outcome-Based Education (OBE).
Materi inti disampaikan oleh Koordinator Pusat Standar Mutu LPM, Bapak Aristiawan, M.Pd, yang mengulas secara komprehensif standar penyusunan RPS sesuai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), termasuk penyesuaian struktur RPS dengan pendekatan pembelajaran berbasis teknologi dan AI. Pemaparan dilanjutkan oleh Tim TIPD, yang memberikan penjelasan teknis mengenai pemanfaatan AI dalam perencanaan pembelajaran, mulai dari perancangan aktivitas belajar, asesmen, hingga pengelolaan pembelajaran secara digital.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengelola Fakultas Syariah, yang terdiri dari Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, serta tenaga kependidikan. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif dan sesi tanya jawab yang membahas tantangan serta peluang penerapan AI dalam penyusunan dan implementasi RPS.
Melalui kegiatan Bimtek ini, diharapkan para pengelola dan dosen Fakultas Syariah memiliki pemahaman yang utuh dalam menyusun RPS yang bermutu, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta sesuai dengan standar penjaminan mutu internal universitas. Selain itu, integrasi AI diharapkan mampu mendukung pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran mahasiswa.
Ke depan, Lembaga Penjaminan Mutu bersama TIPD diharapkan terus bersinergi dalam mendampingi fakultas dan program studi dalam pengembangan perangkat pembelajaran, sehingga mutu akademik UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (rfe)

