LPM UIN Ponorogo Tingkatkan Pemahaman Kebijakan Akreditasi dan Budaya Mutu Berkelanjutan

Ponorogo – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyelenggarakan kegiatan Penguatan Budaya Mutu Berkelanjutan Menuju Akreditasi Unggul dan Tata Kelola Perguruan Tinggi yang Akuntabel pada Senin (15/6/2026) di Gedung Pusat Sumber Belajar (PSB) Lantai 4. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, ketua lembaga, kepala unit, dan pejabat di lingkungan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Helmi Syaifuddin, M.Fil.I. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai narasumber, dengan moderator Korpus LPM AMI, Khoirun Nisak, M.SEI.

Komitmen Menuju Akreditasi Unggul

Kegiatan dibuka oleh Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa penguatan budaya mutu merupakan bagian dari strategi universitas dalam mempersiapkan akreditasi unggul sekaligus membangun tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel.

Menurut Rektor, keberhasilan akreditasi tidak hanya bergantung pada kelengkapan dokumen, tetapi juga pada implementasi budaya mutu yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh unit di lingkungan universitas.

Penguatan Strategi Penjaminan Mutu

Dalam pemaparannya, Prof. Helmi menjelaskan perkembangan kebijakan akreditasi, termasuk implementasi Peraturan BAN-PT Nomor 3 Tahun 2025 selama masa transisi serta penggunaan aplikasi SAPTO 2 sebagai sistem pendukung proses akreditasi. Ia juga mengulas kriteria penilaian mutu, penyusunan instrumen akreditasi, serta delapan indikator utama yang menjadi prasyarat pencapaian predikat akreditasi unggul.

Narasumber turut menekankan pentingnya kalender mutu tahunan sebagai instrumen pengendalian Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) agar proses monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut dapat dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan.

Diskusi Strategi Peningkatan Mutu

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi. Wakil Rektor I, Dr. Edi Irawan, M.Pd., mengangkat strategi meningkatkan daya tarik UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo di tengah persaingan perguruan tinggi. Sementara itu, Dr. Iswahyudi, S.Ag., M.Ag., Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, menanyakan strategi meningkatkan partisipasi alumni dalam pengisian tracer study.

Menanggapi hal tersebut, narasumber menekankan pentingnya penguatan branding institusi, peningkatan kualitas layanan, pengelolaan hubungan dengan alumni, serta implementasi sistem penjaminan mutu yang berorientasi pada kepuasan pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh sivitas akademika memiliki pemahaman yang sama mengenai kebijakan akreditasi terbaru serta semakin memperkuat budaya mutu berkelanjutan sebagai fondasi menuju akreditasi unggul dan tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel. (rh)